Cara Menjawab Adzan Sesuai Sunnah

Cara Menjawab Adzan Sesuai Sunnah

Jika seseorang mendengar adzan tetapi tidak menjawab, maka shalatnya (di tempat lain dan bukan di masjid) tidak dihitung, kecuali dia memiliki udzur yang sah. Yang dimaksud dengan shalatnya tidak sempurna dan ia berdosa adalah karena menjauhi shalat berjamaah.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Tidaklah seseorang menjauhi shalat (berjamaah) kecuali seorang munafik yang terkenal akan kemunafikannya.” (HR. Muslim, 654) Tidak menanggapi muadzin berarti lemahnya iman, kurangnya komitmen agama, tidak peduli pahala dan meninggalkan rumah Allah.

Mengenai hukum orang yang shalat jum’at saja, sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang shalat jum’at saja adalah kafir, karena hukumnya sama dengan orang yang tidak shalat sama sekali. karena dia hanya sholat satu dari tiga puluh lima sholat yang diwajibkan setiap minggu, maka dia seperti orang yang tidak sholat sama sekali. Di antara mereka yang mengungkapkan pandangan ini adalah Syekh ‘Abd al-‘Aziz ibn Baaz dan Syekh Ibn ‘Utsaimin (semoga Allah merahmati mereka). Sebagian ulama mengatakan bahwa dia bukan seorang kafir tetapi dia melakukan dosa besar yang lebih buruk dari riba (riba), zina, mencuri, minum alkohol dll.

TRENDING NOW :  Usaha Pedagang untuk bertahan di tengah gempuran covid19

Ulangi apa yang kumandangkan Muadzin, kecuali saat:

” عَلَى الصَّلاَةِ وَحَيَّ لَى الْفَلَاحِ”

Hayya ‘alas-Salaah (bersegeralah untuk sholat) dan Hayya ‘alal-Falaah (bersegeralah menuju keselamatan). Di sini Anda harus mengatakan:

“لَا لَ لَا لَّا اللهِ”

Arab latin: Laa hawla wa laa quwwata ‘illaa billaah.

“Tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah”.

Referensi: Al-Bukhari 1/152, Muslim 1/288.

 

“وَأَنَا لَا لَهَ لَّا اللهُ لَا لَهُ اً لُهُ، اللهِ اً لاً الإِْسلاَمِ اً”.

Wa ‘anaa ‘ash-hadu ‘an laa ‘ilaaha ‘illallaahu wahdahu laa sharika lahu wa ‘anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasooluhu, radhitu billaahi Rabban, wa bi-Muhammadin Rasoolan wa bil’islaami deenan.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan hanya Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku ridha kepada Allah sebagai Tuhanku, dengan Muhammad sebagai utusanku dan Islam sebagai agamaku.

Referensi:

1 Muslim 1/290 .

2Ibn Khuzaymah 1/220.

“اللَّهُمَّ رَبَّ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، الصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، ا لْوَسِيلَةَ الْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ اماً ا لَّذِي [إَنَّكَ لَا لِفُ الْمِيعَادَ].

Arab latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

Bacalah dalam bahasa Arab shalawat Allah kepada Nabi.

TRENDING NOW :  Anak bosan belajar Daring, Wali Murid Stress

Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

Untuk salat maghrib, doa setelah adzan bisa ditambah bacaan berikut

اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

Arab latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

Artinya: “Ya Allah, ini telah menjelang malamMu, dan telah berlalu siangMu, telah diserukan seruanMu, maka ampunilah aku.”

Referensi:

Al-Bukhari 1/152, dan penambahan di antara tanda kurung adalah dari Al-Bayhaqi 1/410 dengan rantai riwayat (Hasan) yang baik. Lihat Tuhfatul-‘Akhyar ‘Abdul-Azlz bin Baz, hal. 38.

Dalam hadits yang diceritakan, doa yang dilantunkan sesudah adzan tidak akan tertolak.

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

Artinya: “Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR Ahmad).

TRENDING NOW :  Mengenal Anosmia, si Indikator covid

Suasana yang jauh dari rumah seringkali membuat kerinduan memuncak. Mulai dari suara kicauan burung di depan rumah, sejuknya udara pagi saat fajar menyingsing, hingga azan yang dikumandangkan muadzin setiap lima kali sehari.

Menjawab Adzan dari handphone

Lalu bagaimana jika kita menjawab adzan yang dilantunkan dari HP atau jam digital yang memiliki alarm pengingat waktu sholat?

Shaykh Ismail Zain, Mufti Shafi’iyyah Mekah Berkata:

ﺑﻌﻴﺪﺍ

: ﻳﺴﻦ ﺇﺟﺎﺑﺔ ﺣﺎﻙ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ.

Ketika ditanya tentang hukum menjawab salam melalui perantara, ringkasan jawabannya adalah sebagai berikut:

Jika adzan itu langsung atau langsung dan disiarkan melalui apa pun, baik itu Youtube, televisi, ponsel, sebagai alat perantara, maka masih sunnah untuk menjawab adzan. dan berdoa setelahnya. Namun jika adzan tidak live dan merupakan hasil rekaman yang berulang-ulang, atau program aplikasi handphone yang berbunyi pada saat adzan, maka tidak dianjurkan untuk menjawabnya.

Namun, jika kita mendengar adzan dari alarm ponsel atau jam dinding kita dan ingin mengucapkan bacaan tertentu setelah kalimat azan, maka itu terhitung sebagai amalan dzikir.

Allah lebih Mengetahui  yang terbaik.