Eosin merupakan pewarna asam yang secara luas digunakan untuk mewarnai sitoplasma sel eukaryotik

Eosin merupakan pewarna asam yang secara luas digunakan untuk mewarnai sitoplasma sel eukaryotik. Manakah pilihan dibawah ini yang menunjukkan spesifisitas dari eosin?

A. Kemampuan eosin untuk berikatan dengan molekul air di sitoplasma

B. Kemampuan eosin untuk berikatan dengan asam amino di sitoplasma

C. Eosin dapat melewati membran plasma tapi tidak membran inti sehingga terakumulasi dalam sitoplasma

D. Kemampuan esin dalam berikatan dengan bagian karbohidrat dalam sitoplasma

E. Tidak ada Jawaban yang benar

Pembahasan

Eosin

Eosin ialah zat warna merah fluorescent yang dihasilkan dari aksi brom pada fluorescein. Eosin dapat digunakan untuk mewarnai sitoplasma, kolagen dan serat otot untuk pengujian di bawah mikroskop. Struktur yang mudah diwarnai dengan eosin disebut eosinofil.

Eosin berwarna kemerahan dan mendekati pink. Eosin akan memberikan warna pink pada protein-protein yang terdapat pada sel. Hal ini terjadi karena eosin merupakan zat yang bersifat asam dan bermuatan negatif, sehingga mudah berikatan dengan molekul protein yang bersifat basa dan bermuatan positif. Molekul protein di dalam sel kebayakan bersifat basa dan bermuatan positif karena pengaruh asam amino penyusunnya. Asam amino arginin, lisin, dan histidin memiliki sifat basa dan bermuatan positif.

Penggunaan dalam pewarnaan histologi

Dalam pewarnaan histologi jaringan, digunakan dua pewarna yaitu hematoksilin dan eosin. Hal ini bertujuan agar jaringan lebih mudah diamati di bawah mikroskop. Pewarna Hematoxilin dan eosin memiliki sifat-sifat khusus yang akan mewarnai bagian-bagian sel tertentu sehingga mempermudah pengamatan.

Hematoxilin adalah zat yang berwarna biru tua atau keunguan, hematin adalah bentuk oksidasi dari hematoxilin. Hematoxilin akan memberikan warna ungu kebiruan pada DNA maupun RNA yang ada dalam sel. Hal ini terjadi karena hematoxilin merupakan zat yang bersifat basa dan bermuatan positif, sehingga mudah berikatan dengan molekul DNA dan RNA yang bersifat asam dan bermuatan negatif. Muuatan positif dari DNA dan RNA berasal dari molekul fosfat yang ada di dalamnya.

Eosin paling sering digunakan sebagai lawan warna untuk hematoksilin dalam pewarnaan H & E (hematoksilin dan Eosin). Pewarnaan H&E merupakan salah satu teknik yang paling umum digunakan dalam histologi. Jaringan yang diwarnai dengan hematoksilin dan eosin menunjukkan sitoplasma berwarna merah jambu-jingga dan nukleus berwarna gelap, biru atau ungu. Hematoxilin akan memberi warna nukleus karena berisi DNA dan RNA, selain itu RNA dalam ribosom juga akan ikut terwarnai. Sedangkan eosin akan memberi warna membran sel, sel-sel otot, dan serat-serat protein lain. Jadi penggunaan hematoxilin dan eosin secara bersamaan akan sangat membantu dalam membedakan bagian-bagian sel tersebut.

Dalam penggunaan hematoxilin dan eosin kadang muncul warna selain ungu dan pink, yaitu kecoklatan atau kekuningan. Warna lain itu muncul karena pengaruh dari pigmen-pigmen melanin yang terdapat dalam sel-sel tersebut. Jaringan-jaringan kulit kadang memunculkan warna coklat karena banyaknya melanin di dalamnya.

Macam Larutan Eosin

Terdapat dua jenis senyawa eosin, yaitu:

Eosin Y (juga dikenal sebagai eosin Y ws, eosin yellowish, eosin kekuningan, Acid Red 87, C.I. 45380, bromoeosine, bromofluoresceic acid, D&C Red No. 22). Senyawa tersebut memiliki warna kekuningan sangat sedikit. Eosin Y ialah tetrabromo turunan dari fluorescein. Eosin jenis ini adalah yang sering digunakan.
Eosin B (eosin kebiruan, Acid Red 91, C.I. 45400, Saffrosine, Eosin Scarlet, atau imperial red). Senyawa tersebut memiliki warna kebiruan sangat samar. Eosin B ialah suatu dibromo dinitro turunan dari fluorescein.

Jawaban

B.Kemampuan eosin untuk berikatan dengan asam amino di sitoplasma